Kamis, 29 November 2018


TEORI KOMUNIKASI MASSA

A.    Deskripsi Teori

            Komunikasi massa menurut Onong Uchjana Effendy adalah komunikasi melalui media massa modern yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum, dan film yang dipertunjukan di gedung-gedung bioskop. (Effendy, 1998:50-61). 

Sedangkan pendapat Joseph A. Devito yang dalam bukunya, Communicology: An Introduction to the Study of Communication,  menampilkan definisinya dengan lebih tegas, yakni sebagai berikut: Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sulit untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar majalah, film, buku, dan pita (Putri, 2014). Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner dalam buku komunikasi massa suatu pengantar, yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Setyawan et al., 2015). Komunikasi massa juga mempunyai karakteristik yaitu bersifat terbuka, bersifat heterogen, bersifat massal atau non pribadi dan juga  menimbulkan keserampakan.

B.    Asumsi
            Asumsi dasar adanya teori ini karena zaman terus berkembang dimana manusia semakin kritis dan perkembangan teknologi tidak bisa dan tidak boleh dihentikan. Informasi semakin mudah diciptakan dan didapatkan karena perkembangan media massa yang semakin pesat. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang komunikasi massa pastinya akan memberikan banyak efek yang beragam bagi setiap individu yang menerimanya, efek ini dapat membuat pintar publik namun dapat juga menyebabkan pembodohan terhadap publik. Apalagi dalam penyebaran informasi tersebut juga tidak dapat disaring, sehingga segala informasi dapat diterima oleh masyarakat. Namun demikian, komunikasi massa tetap menjadi sebuah perwujudan dari perkembangan zaman yang seharusnya dilihat dan dijaga agar tetap selalu berefek positif sesuai dengan fungsi dari komunikasi massa itu sendiri. Untuk memahami proses komunikasi massa kita perlu mempelajari setiap tahapan dalam ungkapan verbal tersebut. Dan juga melihat komunikasi sebagai transmisi pesan atau bisa disebut juga sebagai perantara penyampaian pesan.

C.    Contoh Kasus
            Suatu program yang tayang di stasiun televisi swasta yakni RCTI “Dahsyat” yang menampilkan beberapa penyanyi dan juga band-band Indonesia maupun Internasional, mereka pun berbincang untuk menyapa penonton yang hadir di studio maupun penonton di rumah. Pembawa acara yakni Raffi Ahmad, Syahnaz, Ayu Dewi dan juga Denny Cagur juga bertanya dengan bintang tamu yang menyampaikan  mengetahui informasi yang diberikan oleh sang pembawa acara dan juga bintang tamu. Namun semakin kesini, adanya program tersebut pun justru semakin sedikit menayangkan musik dan juga entertainment namun lebih banyak menampilkan kehidupan pribadi para pembawa acara dan juga bintang tamunya. Selain karena selera tontonan masyarakat yang berubah, hadirnya program musik pun semakin turun yang program-program musik banyak yang sudah berhenti tayang.

D.    Evaluasi
            Manfaat komunikasi massa memang banyak sekali terutama untuk masyarakat yang sangat membutuhkan informasi setiap harinya. Informasi pun terbagi dalam beberapa hal, salah satunya yakni informasi tentang kebutuhan hiburan atau entertainment. Menurut contoh kasus di atas, manfaat dari program tersebut tentunya baik untuk berbagi informasi tentang musik, masyarakat juga akhirnya tau tentang informasi terbaru dari bintang tamu yang hadir dalam acara Dahsyat. Namun, sayangnya semakin kesini, informasi yang disampaikan justru keluar dari tema yang sesungguhnya. Masyarakat pun tidak bisa mem-filter tontonannya karena memang sudah disetting agar tercipta program seperti itu, masyarakat yang seharusnya menginginkan informasi tentang musik, justru malah diberikan informasi yang menyimpang. Maka dari itu, masyarakatlah yang seharusnya dapat memberikan filter untuk dirinya sendiri terhadap informasi apa yang mereka inginkan utuk di tonton.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar