7 Tradisi Ilmu Komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu dari berbagai
ilmu yang dapat dipelajari. Banyak pengertian dari ilmu komunikasi yang
dijelaskan oleh para ahli, salah satunya adalah menurut rogers & d. Lawrence kincaid, 1981, yaitu “komunikasi adalah suatu
proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran
informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling
pengertian yang mendalam.” (pengantar ilmu komunikasi, 1998, hal 20, prof. Dr.
Hafied cangara, m. Sc.)
Sedangkan dari pengertian tersebut, terdapat
dasar-dasar teori komunikasi yang memiliki kesamaan, sehingga dapat
dikelompokkan menjadi tujuh teori tradisi komunikasi, dimana tradisi komunikasi
tersebut ditemukan oleh robert t. Craig. Tujuh tradisi komunikasi itu adalah :
1 1. Tradisi semiotik
Semiotik atau teori simbol merupakan kumpulan
teori tentang tanda-tanda yang dapat menjelaskan sebuah makna yang
diperlihatkan melalui benda, gagasan, keadaan, situasi, perasaan, dan juga
kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri. Dimana tanda tersebut bermaksud untuk
menghindari kesalahpahaman.
Ferdinand De Saussure (1857-1913) megemukakan Teori tradisi Semiotik yang dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yakni penanda (signifier) dan pertanda (signified). Semiotik komunikasi mengacu pada teori tentang produksi tanda yang salah satu
diantaranya adalah mengasumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi, yaitu
pengirim, penerima kode (sistem tanda), pesan, saluran komunikasi, dan acuan
(hal yang dibicarakan). Sedangkan semiotik signifikasi memberikan tekanan pada
teori tanda dan pemahamannya dalam suatu konteks tertentu dan tidak
mempermasalahkan adanya tujuan komunikasi. Signifikasi hanya mengutamakan segi
pemahaman suatu tanda sehingga proses pada penerima tanda lebih diperhatikan
dari pada proses komunikasinya.
Asumsi
Jadi dapat disimpulkan bahwa tradisi semiotik
dapat digunakan dalam berkomunikasi antara dua orang atau lebih dengan
menggunakan tanda-tanda yang dapat dimengerti oleh orang yang berkomunikasi
tersebut.
Contoh dari tradisi semiotik misalnya seperti seseorang yang mengacungkan jempolnya kepada temannya, yang dapat diartikan sebagai perwakilan dari kata hebat, bagus, ataupun oke.
2. Tradisi retorika
Tradisi retorika merupakan ilmu mengolah
kata-kata dengan tujuan mempersuasif atau membujuk, seni membangun argumentasi
dan juga seni berbicara melalui pendekatan logis dan juga emosional yang
digunakan oleh komunikan untuk mempengaruhi komunikator. Dengan kata lain, radisi retorika ini pun
dapat diartikan sebagai komunikasi yang menggunakan seni untuk berbicara di
depan umum yang menggunakan simbol untuk mempengaruhi lingkungan disekitarnya.
Menurut littlejohn, 2011, inti dari tradisi
retorika adalah lima hukum retorika atau the five canons of rhetoric yaitu invention atau penemuan, arragement
atau penyusunan, style atau gaya, delivery atau penyampaian, dan juga memory
atau peningkatan.
Asumsi
Teori tradisi Retorika yakni memperayakan bahwa seseorang yang berbicara di depan khalayak ramai dapat mempengaruhi para audiencenya. Kecerdasan dan juga keterampilan orator dalam mengolah kata-kata berperan penting dalam membujuk audience.
Contoh
saat seseorang calon legislatif mempromosikan dirinya akan menjadi wakil rakyat yang jujur dan terbuka untuk para masyarakat di daerah tempat memilihnya, ia pun dengan percaya diri memberikan semua janji-janjinya agar masyarakat percaya dan akhirnya mempercayainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar