Kamis, 04 Oktober 2018

TRADISI ILMU KOMUNIKASI

7 Tradisi Ilmu Komunikasi

    Komunikasi merupakan salah satu dari berbagai ilmu yang dapat dipelajari. Banyak pengertian dari ilmu komunikasi yang dijelaskan oleh para ahli, salah satunya adalah menurut rogers & d. Lawrence kincaid, 1981, yaitu “komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.” (pengantar ilmu komunikasi, 1998, hal 20, prof. Dr. Hafied cangara, m. Sc.)
Sedangkan dari pengertian tersebut, terdapat dasar-dasar teori komunikasi yang memiliki kesamaan, sehingga dapat dikelompokkan menjadi tujuh teori tradisi komunikasi, dimana tradisi komunikasi tersebut ditemukan oleh robert t. Craig. Tujuh tradisi komunikasi itu adalah :
1   1.  Tradisi semiotik
     Semiotik atau teori simbol merupakan kumpulan teori tentang tanda-tanda yang dapat    menjelaskan sebuah makna yang diperlihatkan melalui benda, gagasan, keadaan,              situasi, perasaan, dan juga kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri. Dimana tanda                tersebut bermaksud untuk menghindari kesalahpahaman.

   Ferdinand De Saussure (1857-1913) megemukakan Teori tradisi Semiotik yang dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yakni penanda (signifier) dan pertanda (signified). Semiotik komunikasi mengacu pada teori tentang produksi tanda yang salah satu diantaranya adalah mengasumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima kode (sistem tanda), pesan, saluran komunikasi, dan acuan (hal yang dibicarakan). Sedangkan semiotik signifikasi memberikan  tekanan pada teori tanda dan pemahamannya dalam suatu konteks tertentu dan tidak mempermasalahkan adanya tujuan komunikasi. Signifikasi hanya mengutamakan segi pemahaman suatu tanda sehingga proses pada penerima tanda lebih diperhatikan dari pada proses komunikasinya.
   

Asumsi
Jadi dapat disimpulkan bahwa tradisi semiotik dapat digunakan dalam berkomunikasi antara dua orang atau lebih dengan menggunakan tanda-tanda yang dapat dimengerti oleh orang yang berkomunikasi tersebut. 

Contoh dari tradisi semiotik misalnya seperti seseorang yang mengacungkan jempolnya kepada temannya, yang dapat diartikan sebagai perwakilan dari kata hebat, bagus, ataupun oke.

2.    Tradisi retorika
Tradisi retorika merupakan ilmu mengolah kata-kata dengan tujuan mempersuasif atau membujuk, seni membangun argumentasi dan juga seni berbicara melalui pendekatan logis dan juga emosional yang digunakan oleh komunikan untuk mempengaruhi komunikator.  Dengan kata lain, radisi retorika ini pun dapat diartikan sebagai komunikasi yang menggunakan seni untuk berbicara di depan umum yang menggunakan simbol untuk mempengaruhi lingkungan disekitarnya.

Menurut littlejohn, 2011, inti dari tradisi retorika adalah lima hukum retorika atau the five canons of rhetoric  yaitu invention atau penemuan, arragement atau penyusunan, style atau gaya, delivery atau penyampaian, dan juga memory atau peningkatan.

Asumsi
Teori tradisi Retorika yakni memperayakan bahwa seseorang yang berbicara di depan khalayak ramai dapat mempengaruhi para audiencenya. Kecerdasan dan juga keterampilan orator dalam mengolah kata-kata berperan penting dalam membujuk audience. 

Contoh
saat seseorang calon legislatif mempromosikan dirinya akan menjadi wakil rakyat yang jujur dan terbuka untuk para masyarakat di daerah tempat memilihnya, ia pun dengan percaya diri memberikan semua janji-janjinya agar masyarakat percaya dan akhirnya mempercayainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar